Komdis PSSI Ketuk Palu, Arema FC Resmi Dijatuhi Hukuman

0 24,768

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya mengetuk palu. Hukuman terhadap Arema FC resmi dijatuhkan menyusul kericuhan yang terjadi pada laga kandang melawan Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (15/4).

Ketika itu, pertandingan Arema versus Persib harus dihentikan wasit pada menit 90+2. Padahal pertandingan masih menyisakan sekitar 50 detik. Pasalnya, Aremania merangsek masuk ke dalam lapangan dan menimbulkan kekisruhan.

Komdis PSSI telah melayangkan dua surat putusan kepada pihak Arema FC terkait kericuhan yang merengut korban jiwa tersebut. Surat putusan pertama bernomor 022/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018 berisi keterangan tentang tingkah laku buruk suporter yang berakibat pada denda Rp 250 juta.

Surat putusan kedua bernomor 023/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018 berisi keterangan tentang perilaku panitia pertandingan Arema FC. Poin dalam surat tersebut menyebutkan, Panpel gagal memberikan rasa nyaman pada perangkat pertandingan hingga terjadi pelemparan botol dan sepatu yang turut melukai pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez.

Arema FC, Aremania,
wearemania.net

“Waktu disidang kemarin kami diperlihatkan video rekaman kericuhan yang terjadi, kami pun mendapat kesempatan melakukan klarifikasi pada Komdis. Kami pun sudah menyampaikan semua fakta apa adanya kepada mereka,” ujar ketua Panpel Arema, Abdul Haris, seperti dikutip Football5star.com dari Wearemania.

Hukuman berlapis itu belum ditambah dengan denda sebesar Rp 50 juta, dalam laga yang berakhir imbang 2-2 itu. Komdis PSSI masih menemukan adanya flare menyala di dalam stadion dan penonton yang turun ke lapangan.

Arema juga dijatuhi sanksi tambahan berupa pelarangan membuka sebagian tribune Stadion Kanjuruhan untuk dua laga mendatang. Panpel Arema harus mengosongkan tribune timur stadion saat menjamu Persipura Jayapura dan PSM Makassar. Jadi total denda yang harus dibayar pihak Arema FC akibat insiden kericuhan tersebut adalah sebesar Rp 300 juta.

“Sebagai langkah lanjutan, kami akan mengirim surat pada Komdis untuk menanyakan maksud sebagian tribun timur yang harus ditutup itu teknisnya seperti apa dan bagaimana,” tegas Media Officer Arema, Sudarmaji.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More